Program studi Sistem dan Teknologi Informasi memiliki beberapa keunikan dan keunggulan yang berbeda dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain. Program studi ini memiliki keunggulan dalam hal Inovasi, Teknologi, dan Keamanan Digital. Keunggulan program studi ini menitik beratkan pada pengembangan dan inovasi teknologi yang memperhatikan kebaruan, ketepatan, dan keamanan penerapan teknologi dalam bidang pemerintahan, bisnis, dan edukasi digital.


          Kebutuhan industri atas keamanan digital terutama di bidang siber terus meningkat. Berdasarkan laporan hasil monitoring Id-SIRTII/CC – BSSN (2021), jumlah anomali nasional terjadi pada tahun 2021 naik hingga 230% dibandingkan tahun 2020. Negara sumber dan negara tujuan anomali di seluruh dunia adalah Indonesia (Id-SIRTII/CC – BSSN, 2021). Sedangkan 10 sektor yang paling berdampak adalah akademik, swasta, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hukum, personal, sekolah, organisasi, militer dan kesehatan (Id-SIRTII/CC – BSSN, 2021). 


          Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 mengakselerasi transformasi digital banyak negara, salah satunya adalah Indonesia. Pandemi juga menciptakan kenaikan kejahatan digital untuk mencuri personal informasi dan kredensial untuk mendapatkan keuntungan finansial (Interpol, 2021). Kominfo pun memberitakan bahwa Indonesia masuk ke dalam peringkat kedua dunia kasus kejahatan siber (Kominfo, 2021). 
Pandemi COVID-19 mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan rutinitas yang sangat berbeda yang penuh dengan tantangan yang hanya sedikit orang yang mempersiapkannya. Ini benar-benar mengubah pola keamanan pada tahun 2021. Terdapat beberapa tren pada 2022 yang akan mengubah pola serangan pada tahun 2021 seperti semakin meningkatnya penyebaran virus ransomware, cryptocurrency akan menjadi sasaran favorit serangan siber, meningkatnya penggunaan phising, terdapat beberapa pelanggaran data dan lain lain (Acronis Cyber threats report, 2022). 


          Cybersecurity berperan besar di era Industry 4.0 karena menjadi instrumen pelindung infrastruktur jaringan dari berbagai serangan siber yang dilakukan peretas untuk mengganggu sistem dan perangkat operasional. Serangan siber menargetkan berbagai bidang, mulai dari marketplace, transaksi finansial, perbankan, hingga data personal masyarakat. Potensi kerusakan yang terjadi dari hal itu semakin besar dan berdampak serius bagi kinerja operasional organisasi maupun publik dan konsumen (Presiden Direktur PT ITSEC Asia). Berdasarkan data UNDP atau cybersecurity merupakan bagian utama dalam transformasi digital. Kebutuhan akan perangkat keamanan dan layanan keamanan untuk memastikan security, safety dan privacy system (Badan Siber dan Sandi Negara).


          Berdasarkan permasalahan industri terkait kenaikan isu keamanan digital di Indonesia serta kurangnya tim pendukung keamanan siber, maka Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi mendukung terciptanya ekosistem keamanan siber di Indonesia dengan menitikberatkan lulusan untuk mampu bekerja di berbagai bidang keamanan digital. Menurut Peta Okupasi Nasional di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Republik Indonesia, terdapat pemetaan untuk berbagai sektor di dalam keamanan siber.  

        Program studi Sistem dan Teknologi Informasi mengadopsi pemetaan tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan profil lulusan, di antaranya adalah secure information system developer, cyber security engineer, cyber security analyst, secure business information technology analyst, cyber business data analyst, data security manager, IT security auditor, IT security designer, dan software quality assurance tester

 

Prodi Sistem Teknologi Informasi hadir dengan dua bidang konsentrasi atau minat yang dapat menjadi pilihan mahasiswa dalam menentukan pilihan mereka. Konsentrasi tersebut antara lain;

1. Bidang Minat Cyber System and Business Analytics (CSBA)

Mahasiswa yang mengambil bidang minat CSE diharapkan untuk mengambil mata kuliah spesialisasi untuk mencapai tujuannya sebagai lulusan yang mampu bekerja pada berbagai bidang penerapan analisis data bisnis siber.

2. Bidang Minat Security and Digital Forensic (SDF)

Mahasiswa yang mengambil bidang minat SDF diharapkan untuk mengambil mata kuliah spesialisasi untuk mencapai tujuannya sebagai lulusan yang mampu bekerja pada berbagai bidang di dalam keamanan digital dan forensika keamanan digital.

 

Dokumen kurikulum prodi dapat dilihat melalui laman dibawah ini :
[Link]