Usung Inovasi Biofermex, Mahasiswa Untag Surabaya Raih Juara 2 LKTI

Rabu,12 Maret 2025 - 14:06:15 WIB
Dibaca: 31 kali

Mengangkat ide inovasi di bidang pertanian, tiga mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya – Wiranti Kusuma Dewi (Teknik Industri), Wandah Widyantika (Teknik Industri) dan Yudha Putra Aprilianto (Teknik Informatika) berhasil meraih Juara 2 pada Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Lomba Inovasi Teknologi Cerdas Organisasi Mahasiswa (LINTAS ORMAWA) 2024. Lomba ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang. 

 

Tim ini mengusulkan ide inovasi dengan judul ‘Biofermex Berbasis Teknologi Enzimatik dan Bioreaktor Multifase’ untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Kertua Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri – Hery Murnawan, S.T., M.T menjadi Dosen Pembimbing tim tersebut.

 

Sebagai ketua tim, Ranti, sapaan akrabnya, merasa sangat bersyukur dan berterimakasih kepada rekan tim dan dosen pembimbingnya. “Saya sangat bersyukur dapat diberi kesempatan untuk menjuarai LKTI ini, semua ini berkat kerjasama antar anggota tim dan juga dukungan penuh dari dosen pembimbing kami, Pak Hery,” ujarnya.

 

Sebab diharuskan untuk mengusulkan inovasi teknologi, Ranti dan tim berinovasi untuk merancang alat pembuat pupuk dengan menggunakan teknologi enzimatik dan bioreactor multifase. “Dalam kompetisi ini, kami diharuskan untuk mengusulkan inovasi teknologi. Maka dari itu, kami berinisiatif untuk membuat alat pembuat pupuk dengan teknologi enzimatik untuk mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi pupuk berkualitas tinggi dan bioreaktor multifase untuk mempercepat fermentasi, mengurangi kontaminasi dan memproduksi pupuk sekala besar secara berkelanjutan, sehingga menciptakan alat dengan efisiensi waktu yang baik,” jelas mahasiswa semester tujuh itu.

 

Sementara itu, Ranti mengungkapkan bahwa ia dan tim merasa masih belum maksimal dalam mempersiapkan presentasi, namun ketika pelaksanaan ia tetap merasa percaya diri dan berhasil mempresentasikan ide inovasinya dengan baik. “Meskipun waktu latihan presentasi kami yang minim, namun ketika pelaksanaan alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti karena kami dapat menjawab pertanyaan dari juri dengan baik,” ungkapnya.

 

Sebagai penutup, Ranti mengucapkan terimakasih kepada pihak kampus yang telah memberi dukungan dan apresiasi penuh kepada ia dan timnya. Tidak lupa juga ia mengajak mahasiswa Untag Surabaya untuk bersemangat dalam meraih prestasi. “Kami juga berterimakasih kepada Untag Surabaya yang telah memberi dana apresiasi kepada kami setelah berhasil meraih juara. Maka dari itu, sebagai mahasiswa harus selalu bersemangat untuk meraih prestasi sebelum menyesal ketika akan lulus,” ucap mahasiswa asal Kota Surabaya tersebut. (vs)


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Sistem Untag Surabaya|| Sistekin Untag Surabaya