Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Untag Surabaya Kaji Dampak Korupsi dan Utang Luar Negeri terhadap Kemi
Rabu,18 Februari 2026 - 21:05:40 WIBDibaca: 104 kali
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya - Mahardika Harilinawan, terpilih sebagai salah satu mahasiswa dengan karya menarik melalui penelitian berjudul ‘Pengaruh Korupsi dan Utang Luar Negeri terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2003–2022’. Penelitian ini lahir dari kepeduliannya terhadap persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Melalui skripsinya, Mahardika mencoba melihat lebih jauh dampak praktik korupsi dan pengelolaan utang luar negeri dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat. “Selama ini kemiskinan hanya dilihat dari angka. Padahal, di banyak daerah, masyarakat masih kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Dari situ saya tertarik untuk menganalisis lebih dalam,” ungkap Mahardika. Dalam penelitiannya, Mahardika menggunakan data kemiskinan dan utang luar negeri yang bersumber dari World Bank melalui publikasi World Development Indicators, serta data tingkat korupsi yang diambil dari Corruption Perception Index (CPI) yang dikeluarkan oleh Transparency International. Data tersebut dianalisis untuk melihat hubungan antara ketiga variabel dalam kurun waktu 2003 hingga 2022. Mahardika menyoroti bahwa praktik korupsi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pemanfaatan anggaran negara. Menurutnya, tingginya kasus korupsi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan masih lemahnya pengawasan dalam pengelolaan keuangan publik. “Kalau korupsi masih terjadi, maka dana pembangunan tidak sepenuhnya berdampak bagi masyarakat. Akhirnya, tujuan untuk menurunkan kemiskinan juga tidak tercapai secara optimal,” jelasnya. Dia juga menjelaskan bahwa peningkatan utang luar negeri seharusnya dapat memberikan dampak positif bagi upaya pengentasan kemiskinan, apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Namun, berdasarkan hasil kajiannya, penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia belum sebanding dengan peningkatan jumlah utang luar negeri yang terjadi dalam periode tersebut. “Secara prinsip, utang luar negeri mendorong masyarakat miskin keluar dari garis kemiskinan melalui pembangunan. Di Indonesia, penurunan angka kemiskinan memang ada, hanya saja belum terlalu signifikan jika dibandingkan dengan peningkatan utang luar negerinya,” tambahnya. Selain itu, dia melihat terdapat kesenjangan yang cukup besar antara masyarakat yang berada dibawah dan diatas garis kemiskinan. Fenomena tersebut terlihat jelas jika membandingkan kondisi di wilayah perkotaan dengan daerah-daerah terpencil dan tertingga di Indonesial. “Di kota-kota besar, kemiskinan mungkin hanya sedikit terlihat. Tapi kalau kita melihat kondisi di daerah terpencil di Indonesia, kondisinya sangat terasa,” ujarnya. Melalui penelitian ini, Mahardika berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi dan pengelolaan utang luar negeri. Dia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar program-program pemerintah benar-benar berdampak pada pengentasan kemiskinan. Penelitian ini mempertegas bahwa pengendalian korupsi bukan hanya persoalan etika tata kelola, namun merupakan faktor kunci untuk memastikan anggaran negara digunakan secara optimal. Disisi lain penelitian ini juga menegaskan bahwa utang luar negeri merupakan instrumen strategis untuk memperkuat pembangunan. Dalam proses penyusunan skripsi, Mahardika mendapat bimbingan dari Dr. Arga Christian Sitohang, S.E., M.M. sebagai dosen pembimbing. Dia mengakui bahwa keterbatasan data dalam negeri menjadi salah satu tantangan selama penelitian berlangsung, sehingga harus lebih cermat dalam mengolah dan memverifikasi sumber informasi. Mahardika merupakan mahasiswa angkatan 2022 yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada 15 Februari 2026. (oy) . Read more at: https://untag-sby.ac.id/web/beritadetail/mahasiswa-ekonomi-pembangunan-untag-surabaya-kaji-dampak-korupsi-dan-utang-luar-negeri-terhadap-kemiskinan.html
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Sistem Untag Surabaya|| Sistekin Untag Surabaya