Kolaborasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama CSEAS Kyoto University dan Daikin melalui Jo

Rabu,31 Desember 2025 - 15:48:50 WIB
Dibaca: 68 kali

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui kolaborasi riset global yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bersama Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Jepang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Operations of Habitat Studies (OHS), serta didukung perusahaan Daikin, Untag Surabaya meresmikan Renovasi Balai RW 04 Kampung Ketandan Surabaya pada 9–10 Desember 2025.

Peresmian yang digelar di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya tersebut menjadi bagian dari CSEAS x Daikin Joint Research Project, sebuah riset internasional yang mengusung penerapan sistem pendinginan pasif dan arsitektur berkelanjutan untuk lingkungan perkotaan. Proyek ini sekaligus menegaskan komitmen Untag Surabaya dalam menghadirkan hasil riset akademik yang tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur – Emil Elestianto Dardak, yang hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasinya terhadap desain bangunan yang adaptif terhadap iklim perkotaan. Emil menjelaskan bahwa gagasan proyek ini bermula dari pertemuannya dengan perwakilan CSEAS Kyoto University pada 2023. “Konsep pendinginan alami melalui desain bangunan ini sangat relevan dengan tantangan kota besar. Hasilnya luar biasa dan ke depan dapat direplikasi di balai RW kampung lainnya,” ujarnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya – Irvan Wahyudrajad, M.MT. Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Keterlibatan perguruan tinggi memastikan setiap inovasi memiliki dasar ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara teknis, Balai RW Kampung Ketandan mengalami perubahan desain yang signifikan. Renovasi dilakukan melalui peninggian atap, pemasangan exhaust untuk mempercepat pembuangan udara panas, serta penambahan ventilasi di bagian bawah bangunan. Penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan ini terbukti mampu menekan penggunaan pendinginan mekanis seperti AC secara drastis, sekaligus menjadi contoh nyata transfer teknologi hasil riset internasional.

Selain aspek fisik, balai RW ini juga dilengkapi sistem pengelolaan modern berbasis aplikasi MyEco yang terintegrasi dengan QRIS untuk pengaturan sewa ruang dan operasional. Dengan biaya sewa terjangkau, yakni Rp20.000 untuk empat jam, sistem ini mendorong kemandirian pengelolaan balai serta meningkatkan partisipasi dan gotong royong warga.

Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya – Dr. Ir. R.A. Retno Hastijanti, M.T., IPU., menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud konkret hilirisasi riset sekaligus strategi internasionalisasi kampus. “Penelitian harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Proyek ini sejalan dengan visi Untag Surabaya untuk Go International dan Go Asia dalam lima tahun ke depan. Kyoto University menjadi salah satu mitra strategis kami dalam mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Pendampingan Untag Surabaya di Kampung Ketandan sendiri telah berlangsung sejak 2016 dengan pendekatan co-design, yakni perancangan bersama warga untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan program. Skema pentahelix diterapkan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dunia industri, hingga media.

Manfaat renovasi tersebut dirasakan langsung oleh warga Kampung Ketandan. Perwakilan warga – Nia Kurniati, menyampaikan bahwa keberadaan balai RW yang lebih sejuk sangat dibutuhkan di kawasan pusat kota seperti Tunjungan. “Kami tinggal di lingkungan yang padat dan panas. Balai RW ini benar-benar menjadi ruang nyaman bagi warga,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi riset internasional dan sinergi multipihak ini, Untag Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif membawa riset global ke tingkat akar rumput untuk mendukung pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Sistem Untag Surabaya|| Sistekin Untag Surabaya