Kembali Gelar UNCC 2025, Untag Surabaya Tegaskan Peran Kampus dalam Melestarikan Warisan Budaya Indo
Rabu,31 Desember 2025 - 15:50:41 WIBDibaca: 133 kali
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menggelar Untag Surabaya National Cultural Competition (UNCC) 2025 pada Kamis, (27/11) di Auditorium Lt. 6 Gedung R. Ing. Soekonjono. Penyelenggaraan ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan wujud konsistensi Untag Surabaya dalam menjaga napas kebudayaan Indonesia, khususnya musik keroncong, agar tetap hidup, relevan, dan dicintai lintas generasi.
Sebagai agenda tahunan yang sudah dirancang berkelanjutan, UNCC menghadirkan ruang kreatif bagi musisi dari berbagai daerah. Tahun ini, antusiasme yang tercatat menunjukkan bahwa kecintaan terhadap musik tradisional masih tumbuh kuat. Sebanyak 21 tim dengan total 157 peserta turut berpartisipasi melalui pengiriman video di YouTube. Setelah proses kurasi, 9 tim dengan 73 peserta terpilih untuk melangkah ke babak final dan tampil langsung di Untag Surabaya.
Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA, CPA. menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari jati diri Kampus Merah Putih. “Alhamdulillah hari ini kita kembali mengadakan lomba keroncong nasional untuk kedua kalinya. Sebagai kampus nasionalis yang menguri-uri budaya Indonesia, Untag Surabaya ingin memastikan bahwa generasi muda tidak melupakan jati dirinya. Karena itu, kompetisi ini akan kami selenggarakan setiap tahun,” ungkap Prof. Nugroho.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana UNCC 2025 - Puteri Nur Diana Sari Choirudin, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan lintas generasi dengan akar budaya mereka. “Tujuannya adalah membumikan kebudayaan agar lintas budaya dan bahkan generasi muda ini tidak jauh atau hilang dari akar budayanya. Karena itu kami ingin UNCC menjadi agenda tahunan,” ujarnya. Puteri berharap kegiatan ini dapat membuka pemahaman publik bahwa karya musik Indonesia memiliki nilai estetika dan kualitas yang tidak kalah dari musik populer modern. “Semoga masyarakat semakin terbuka bahwa budaya dan musik Indonesia itu kaya dan indah,” tambahnya.
Pada babak final, deretan talenta terbaik dari penjuru daerah menampilkan karya terbaik mereka.
Kategori Mahasiswa:
- Juara 1: Batara Kresna – ISI Yogyakarta
- Juara 2: Djani Pirata – Unesa
- Juara 3: Sendratasik – Unesa
Kategori SMA/SMK Sederajat:
- Juara 1: Irama Emas – SMKN 2 Kasihan Yogyakarta
- Juara 2: Swandela – MAN 8 Jombang
- Juara 3: Djong Piece – MAN 1 Trenggalek
Kategori Umum:
- Juara 1: Saka Asta – Semarang
- Juara 2: Impresif Riang Gembira – Sidoarjo
- Juara 3: Sinkron – Sidoarjo
Penghargaan khusus diberikan kepada Djani Pirata (Universitas Negeri Surabaya) sebagai Best Vokal dan Saka Asta (Semarang) sebagai Best Aransemen.
Perwakilan Orkestra Batara Kresna dari ISI Yogyakarta - Hiskia sekaligus juara pertama kategori mahasiswa, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme atas kemenangan tersebut. “Sangat bersyukur dan senang. Terima kasih kepada Untag Surabaya yang sudah mempersiapkan event ini dengan sangat baik. Semoga bisa terus diadakan rutin setiap tahun karena kompetisi ini bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya. Ia juga menitipkan pesan bagi generasi muda agar tidak jauh dari akar seni bangsanya. “Jangan pernah meninggalkan budaya kita sendiri.”
Melalui UNCC 2025, Untag Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai kebangsaan. Musik keroncong bukan sekadar warisan, tetapi identitas budaya yang layak dirawat bersama. (wf/oy)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Sistem Untag Surabaya|| Sistekin Untag Surabaya