BKA Untag Surabaya Dorong Ormawa Turun ke Desa Melalui Sosialisasi PPK Ormawa

Jumat,17 April 2026 - 18:01:32 WIB
Dibaca: 78 kali

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada Kamis, 19 Februari 2026 di Ruang Auditorium Gedung R. Ing Soekonjono lantai enam. Kegiatan ini dihadiri puluhan perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Untag Surabaya sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam program pengabdian berbasis pemberdayaan desa. Sosialisasi dibuka dengan sambutan Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si., Psikolog. “Ini adalah kesempatan bagi organisasi mahasiswa untuk turun langsung ke desa dan membantu menyelesaikan masalah nyata. Kalian harus ikut berkontribusi untuk turut memperbaiki Indonesia dengan ide-ide kalian untuk mendapat hibah pemerintah. Jika tidak lolos, jangan menyerah, tetap berkontribusilah,” pesannya. Materi pertama kemudian disampaikan oleh Rahma Kusumasari, S.I.Kom., selaku Kepala Bagian Prestasi Akademik. Rahma memaparkan secara rinci alur dan tahapan pelaksanaan PPK Ormawa di Untag Surabaya. “Setelah sosialisasi ini, kami akan mengadakan pelatihan dan pendampingan, distribusi dana survei, pengumpulan proposal dan review secara internal, finalisasi, perbaikan proposal, hingga benar-benar diunggah ke sistem Kemdiktisaintek,” jelasnya. Melalui sosialisasi ini, BKA Untag Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkompetisi, meraih hibah, serta menghasilkan inovasi yang berdampak. Baru-baru ini, salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan INNOFEST, yaitu ajang kompetisi mahasiswa yang bertujuan menumbuhkan ekosistem inovasi sekaligus menguatkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Pemateri kedua, Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi., selaku Ketua Pusat Pengabdian LPPM, turut membagikan strategi agar proposal PPK Ormawa memiliki peluang besar untuk lolos pendanaan. “Di dalam proposal, berikan kejelasan kondisi desa lengkap dengan foto serta data kuantitatif atau kualitatif. Tidak hanya itu, sering kali teknologi yang diterapkan telah mendapat pengakuan hak cipta, dan relevansi antara masalah dan solusi juga sangat penting,” ujarnya. Lebih lanjut, Ari juga mengingatkan adanya tantangan teknis dalam penulisan proposal yang harus diantisipasi mahasiswa. “Galilah potensi desa dan rumuskan program, lalu uraikan dengan detail di dalam proposal sehingga seolah-olah pembaca merasa benar-benar berada di lokasi dan ikut merasakan keresahan masyarakat desa. Namun kalian juga dibatasi jumlah kata—itulah tantangan kalian,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya dalam membina organisasi kemahasiswaan yang solutif dan berorientasi pada pengabdian masyarakat. BKA terus menghadirkan pendampingan berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu merancang program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi desa mitra serta pembangunan bangsa. (ra). Read more at: https://untag-sby.ac.id/web/beritadetail/bka-untag-surabaya-dorong-ormawa-turun-ke-desa-melalui-sosialisasi-ppk-ormawa.html


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Sistem Untag Surabaya|| Sistekin Untag Surabaya